Monthly Archives: April 2013

Hello world!

Selamat Datang di Weblog Universitas Esa Unggul.

Website ini dapat digunakan para mahasiswa untuk mengirim tugas yang yang dikerjakan di blog kemudian link ke website hybrid learning dengan cara sebagai berikut :

1. Buka blog milik anda
2. Klik judul tulisan di blog yang akan dikirim atau di link ke web hybrid learning
3. Blok alamat blog yang muncul di kolom alamat situs (URL) lalu klik ‘copy’ dengan mouse
4. Buka web hybrid learning ( http://elearning.esaunggul.ac.id )
5. Klik nama mata kuliah yang muncul di halaman depan web hybrid learning, apabila mata kuliah tersebut belum ada, cari di daftar mata kuliah yang terdapat di fakultas masing-masing.
6. Klik judul tugas pada tampilan di bawah blok ’Topik perkuliahan’ (Topic outline)
7. Klik ‘Membuat/mengedit’ (Edit my submission).
8. Klik “paste” pada di “lembar penyerahan” dengan mouse
9. Blok tulisan tersebut
10. Klik gambar “sisipkan link web”
11. Hapus “http://”
12. Klik “paste” pada kolom “URL” dengan mouse
13. Klik ‘OK”
14. Klik “Simpan perubahan” (save change)

Bila Anda menemumui kesulitan, pedoman blog pembelajaran Universitas Esa Unggul dapat diakses di sini : http://elearning.weblog.esaunggul.ac.id

For your information : Setelah peringkat webometrics Universitas Esa Unggul mengalami kenaikan dari ranking 60 menjadi ranking 32 pada bulan Juli 2012, maka peringkat webometrics Universitas Esa Unggul mengalami kenaikan lagi pada bulan Februari 2013. Kini, Universitas Esa Unggul menduduki peringkat 24 webometrics perguruan tinggi di Indonesia, sedangkan untuk kalangan perguruan tinggi swasta, Universitas Esa Unggul menduduki peringkat 9 atau sepuluh besar dalam webometrics PTS se Indonesia.

Regards,
Departemen Dukungan Pembelajaran
Universitas Esa Unggul
ddp@esaunggul.ac.id
021 567 4223 ext 240

Tugas Ompe Dasar

Perencanaan Strategik

Salon Eka dengan salon Betlafi

1.Pengumpulan Data

1.1 Kekuatan (strength) Salon Eka :

  1. Banyak tenaga kerja : terdapat tenaga kerja yang banyak, sehingga customer tidak harus menunggu terlalu lama.
  2. Banyak Customer         : salon ini sudah berdiri sangat lama, dan memiliki kualitas produk yang bagus.
  3. Tenaga ahli profesional : karena tenaga ahli lulusan dari sekolah kecantikan atau sekolah salon.
  4.  Ruangan yang sejuk , dan bersih : ruangan yang disediakan fasilitas AC, lantai yang bersih.
  5.  Tempat parkir yang luas : disediakan tempat parkir yang luas untuk customer, sehingga customer yang membawa kendaraan pribadi tidak perlu khawatir untuk memarkirkan kendaraanya.

1.2  Kelemahan (weakness) Salon Eka

  1. Pelayanan yang tidak ramah : pelayan tidak bersikap ramah terhadap customer.
  2. Biaya yang cukup mahal : sesuai dengan perawatan yang dibutuhkan oleh customer, contoh : creambath  40.000
  3. Jam beroperasi yang tidak lama : karena salon buka jam 11:00 – 17:00
  4.  Hari beroperasi terbatas : salon ini beroperasi hari senin – sabtu, dan hari minggu tutup
  5. Lokasi yang kurang nyaman : karena berada di depan jalan raya yang lalu-lalang sehingga menimbulkan kebisingan bagi customer.

1.3  Peluang (Opportunities) :

  1. Tidak mempunyai pelanggan yang banyak : salon betlafi ini masih baru dan belum dikenal oleh masyarakat.
  2. Lahan parkir sempit : karena terletak di dalam pemukiman warga.
  3. Tenaga kerja kurang banyak : karena itu membuat customer terlalu banyak menunggu.
  4. Lokasi tidak strategis : karena lokasi tidak dekat dengan jalan raya dan lokasi berada di pemukiman warga.
  5. Tenaga kerja bukan profesional : tenaga kerja bukan lulusan atau didikan dari sekolah kecantikan atau sekolah salon.

1.4  Ancaman (Threats) :

  1. Biaya lebih murah : biaya perawatan lebih murah, contoh : creambath : 30.000.
  2. Pelayanan yang ramah : pelayan yang bersikap ramah terhadap customer.
  3. Jam beroperasi yang lebih lama : karena di mulai jam 08:00 – 18.00
  4. Hari beroperasi tidak terbatas : buka setiap hari, mulai hari senin – minggu.
  5. Promosi yang dilakukan pesaing sangat gencar : karena masih barunya salon tersebut dan melakukan berbagai macam promosi.

2.  Analisa Data

2.1  Kekuatan :

  1. Banyak tenaga kerja
  2. Banyak customer
  3. Tenaga ahli Profesional
  4. Ruangan sejuk dan bersih
  5. Tempat parkir luas

2.2  Kelemahan :

  1. Pelayanan kurang ramah
  2. Biaya cukup mahal
  3. Jam beroperasi yang tidak lama
  4. Hari beroperasi terbatas
  5. Lokasi yang kurang nyaman

2.3 Peluang :

  1. Tidak mempunyai pelanggan yang banyak
  2. Lahan Parkir yang Sempit
  3. Tenaga kerja kurang banyak
  4. Lokasi tidak strategis
  5. Tenaga kerja bukan profesional

2.4  Ancaman :

  1. Biaya lebih murah
  2. Pelayanan yang ramah
  3. Jam beroperasi lebih lama
  4. Hari beroperasi tidak terbatas
  5. Promosi yang dilakukan pesaing sangat gencar

Matriks Ifas

No Faktor strategik internal Bobot Skala Score
Kekuatan ( strenght )
1 Banyak tenaga kerja 0,1 3 0,3
2 Banyak customer 0,1 4 0,4
3 Tenaga kerja profesional 0,2 4 0,8
4 Ruangan sejuk dan bersih 0,1 3 0,3
5 Tempat parkir luas 0,05 2 0,1
Kelemahan ( weakness )
1 Pelayan kurang ramah 0,1 1 0,1
2 Biaya yang mahal 0,15 2 0,3
3 Jam beroperasi tidak lama 0,05 3 0,15
4 Hari beroperasi terbatas 0,05 3 0,15
5 Lokasi kurang nyaman 0,1 2 0,2
Jumlah 1 2,8

MATRIKS EFAS

No Faktor strategik eksternal Bobot Skala Score
Peluang (opportunity)
1 Tidak mempunyai customer yang banyak 0,1 2 0,2
2 Lahan parkir sempit 0,1 2 0,2
3 Tenaga kerja kurang banyak 0,15 4 0,6
4 Lokasi tidak strategis 0,15 3 0,45
5 Tenaga Kerja bukan profesional 0,05 3 0,15
Ancaman (threats)
1 Biaya lebih murah 0,1 2 0,2
2 Pelayan yang ramah 0,05 1 0,05
3 Jam beroperasi lebih lama 0,1 3 0,3
4 Hari beroperasi tidak terbatas 0,15 3 0,45
5 Promosi yang dilakukan pesaing sangat gencar 0,05 2 0,1
Jumlah 1 2,7

 

 

  • Total skor FSI sebesar 2,8 menunjukan Kekutan (Strength) lebih besar dari Kelemahan(weakness)
  • Total skor FSE sebesar 2,7 menunjukan peluang (opportunity) lebih besar dari ancaman (threats)
  • Karena karena S>W DAN O>T, maka strategi yang dipilih adalah strategi SO
  • Strategi SO adalah menggunakan kekuatan utuk merenut peluang, strategi agresif, strategi ekspansi atau growth oriented strategy.

 

Tugas Filsafat

Hubungan Imunisasi dengan Pencegahan penyakit polio

A.   Masalah

Adakah masalah hubungan Imunisasi dengan pencegahan penyakit polio?

 

B.   Kerangka teori

 

1.1  Imunisasi

Imunisasi adalah suatu tindakan memberikan kekebalan tubuh seseorang terhadap suatu penyakit dengan memasukkan vaksin sehingga bila kelak dia terpapar hanya akan sakit ringan. Vaksin adalah bibit penyakit yang sudah dilemahkan atau dimatikan. [1]

Dengan memasukan kuman atau bibit penyakit tersebut, tubuh dapat menghasilkan zat anti yang pada saatnya digunakan tubuh untuk melawan serangan penyakit yang berbahaya dan juga mematikan khususnya bagi Bayi dan Anak-anak. [2]

Kini, imunisasi bisa dipersingkat dengan vaksin kombinasi. Vaksin kombinasi atau vaksin kombo adalah gabungan beberapa jenis virus atau bakteri menjadi satu jenis produk antigen untuk mencegah penyakit yang berbeda. Praktisnya, pemberian vaksin ini cukup dilakukan dalam satu suntikan saja. Di Indonesia, vaksin ini harus mendapat izin dari Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan, Departemen Kesehatan.Vaksin kombinasi tertua yang ada adalah DPT (Difteri-Pertusis-Tetanus). Dari penggabungan vaksin DPT yang terbukti aman ini, kemudian timbul ide menggabungkan beberapa vaksin lainnya. Maka jadilah penggabungan vaksin DPT + Hepatitis B, DPT + Hib ( Haemophilus influenzae tipe-B), dan sebagainya. Kini, tersedia juga berbagai vaksin kombinasi jenis lain. Misalnya, MMR (Mumps Measles Rubella) + Varisela, DPT + Hepatitis B + Hib + IPV (polio). [3]

Imunisasi Polio untuk mencegah serangan virus polio yang sapat menyebabkan kelumpuhan. Imunisasi BCG untuk mencegah tuberkulosis paru, kelenjar, tulang dan radang otak yang bisa menimbulkan kematian atau kecacatan. Imunisasi Campakuntuk mencegah radang paru, diare, dan radang otak karena virus campak. Imunisasi DPTuntuk mencegah 3 penyakit, yaitu  Difteri, Pertusis dan Tetanus. Penyakit Difteri dapat menyebabkan pembengkakan dan sumbatan jalan nafas, serta mengeluarkan racun yang dapat melumpuhkan otot jantung. Penyakit Pertusis berat dapat menyebabkan infeksi saluran nafas berat (pneumonia). Kuman Tetanus mengeluarkan racun yang menyerang syaraf otot tubuh, sehingga otot menjadi kaku, sulit bergerak dan bernafas.[4]

Mari kita cegah penularan penyakit, wabah, sakit berat, cacat dan kematian bayi dan balita dengan imunisasi dasar lengkap, untuk membangun generasi muda Indonesia yang sehat dan sejahtera.[5]

1.2  Pencegahan penyakit polio

Poliomielitis atau polio, adalah penyakit paralisis atau lumpuh yang disebabkan oleh virus. Agen pembawa penyakit ini, sebuah virus yang dinamakan poliovirus (PV), masuk ke tubuh melalui mulut, mengifeksi saluran usus. Virus ini dapat memasuki aliran darah dan mengalir ke sistem saraf pusat menyebabkan melemahnya otot dan kadang kelumpuhan (paralisis). [6]

Virus RNA ini diketahui memiliki sifat fisik, kimia, biologi, dan pola epidemi. Sedangkan cara menginfeksinya, virus ini digolongkan ke dalam enterovirus bersama virus coxsckie dan ECHO. [7]

Virus polio dapat melumpuhkan bahkan membunuh. Virus ini menular melalui air dan kotoran manusia. Sifatnya sangat menular dan selalu menyerang anak balita. [8]

Di antara yang lumpuh ini 5-10% meninggal dunia ketika otot-otot pernafasannya dilumpuhkan virus tersebut. Polio tidak dapat disembuhkan, namun bisa dicegah. caranya dengan imunisasi, yaitu dengan pemberian vaksin yang aman dan efektif dengan vaksin polio oral (OPV) yang diberikan berulang kali, vaksin ini akan melindungi anak seumur hidup. [9]

Proteksi terhadap penyakit polio sebenarnya telah dilakukan pada saat bayi mendapat paket imunisasi dasar untuk mencegah penyakit-penyakit TBC, polio, pertusis atau batuk rejan, diptheria, tetanus, hepatitis, dan campak. Diharapkan dengan empat kali pemberian, bayi dapat menyusun antibodinya dengan maksimal. Vaksin manapun yang diberikan kepada bayi, tentunya merupakan pilihan terbaik dalam upaya mencegah penyakit polio.[10]

 

C.   Hipotesis

Ada hubungan imunisasi dengan pencegahan penyakit polio, karena dengan imunisasi memberikan kekebalan tubuh seseorang terhadap suatu penyakit polio, sehingga dapat mencegah penyakit polio itu sendiri.

 

D.   Daftar Pustaka

  1. Rahma Rasjim ,”Pentingnya Imunisasi”, http://www.wikimu.com/news/displaynews.aspx?id=4972, diunduh 2 Desember 2007
  2. Wayan Tulus,”Pengertian,manfaat dan macam-macam imunisasi”, http://www.wayantulus.com/pengertian-manfaat-dan-macam-macam-imunisasi, diunduh 21 April 2012
  3. Dr.Rini,”Nutriclub”, http://www.wayantulus.com/pengertian-manfaat-dan-macam-macam-imunisasi, diunduh 9 Juni 2009
  4. Hanum vine meilliza,”Pentingnya Imunisasi”, http://kayliza.com/pentingnya-imunisasi/, diunduh 12 september 2012
  5. Dr. Soedjatmiko,”Imunisasi penting untuk mencegah penyakit berbahaya”, http://www.idai.or.id/imunisasi/artikel.asp?q=2010113104241, diunduh 15 Mei 2009
  6. Firdaworld, ”Pencegahan penyakit polio”, http://firdaworld.wordpress.com/tag/pencegahan-penyakit-polio/, diunduh 21Juli 2012
  7. Sehat pangkal kaya, “Polio dan upaya penanggulangannya”, http://www.sehatpangkalkaya.com/tips-sehat/40-polio-dan-upaya-penanggulangannya, diunduh  21 september 2012
  8. Sidoharjo, “Cara mencegah penyakit polio”, http://www.sidoharjo.com/id-kesehatan/cara-mencegah-penyakit-polio.html, diunduh 29 juni 2011
  9. Darunnata, “Pencegahan penyakit polio”, http://infoimunisasi.com/headline/pencegahan-penyakit-polio/, diunduh 16 juli 2012
  10. Ananya mandal, “Perlakuan terhadap polio”, http://www.news-medical.net/health/Treatment-of-Polio-%28Indonesian%29.aspx, diunduh 14 April 2013