Hubungan Imunisasi dengan Pencegahan penyakit polio

A.   Masalah

Adakah masalah hubungan Imunisasi dengan pencegahan penyakit polio?

 

B.   Kerangka teori

 

1.1  Imunisasi

Imunisasi adalah suatu tindakan memberikan kekebalan tubuh seseorang terhadap suatu penyakit dengan memasukkan vaksin sehingga bila kelak dia terpapar hanya akan sakit ringan. Vaksin adalah bibit penyakit yang sudah dilemahkan atau dimatikan. [1]

Dengan memasukan kuman atau bibit penyakit tersebut, tubuh dapat menghasilkan zat anti yang pada saatnya digunakan tubuh untuk melawan serangan penyakit yang berbahaya dan juga mematikan khususnya bagi Bayi dan Anak-anak. [2]

Kini, imunisasi bisa dipersingkat dengan vaksin kombinasi. Vaksin kombinasi atau vaksin kombo adalah gabungan beberapa jenis virus atau bakteri menjadi satu jenis produk antigen untuk mencegah penyakit yang berbeda. Praktisnya, pemberian vaksin ini cukup dilakukan dalam satu suntikan saja. Di Indonesia, vaksin ini harus mendapat izin dari Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan, Departemen Kesehatan.Vaksin kombinasi tertua yang ada adalah DPT (Difteri-Pertusis-Tetanus). Dari penggabungan vaksin DPT yang terbukti aman ini, kemudian timbul ide menggabungkan beberapa vaksin lainnya. Maka jadilah penggabungan vaksin DPT + Hepatitis B, DPT + Hib ( Haemophilus influenzae tipe-B), dan sebagainya. Kini, tersedia juga berbagai vaksin kombinasi jenis lain. Misalnya, MMR (Mumps Measles Rubella) + Varisela, DPT + Hepatitis B + Hib + IPV (polio). [3]

Imunisasi Polio untuk mencegah serangan virus polio yang sapat menyebabkan kelumpuhan. Imunisasi BCG untuk mencegah tuberkulosis paru, kelenjar, tulang dan radang otak yang bisa menimbulkan kematian atau kecacatan. Imunisasi Campakuntuk mencegah radang paru, diare, dan radang otak karena virus campak. Imunisasi DPTuntuk mencegah 3 penyakit, yaitu  Difteri, Pertusis dan Tetanus. Penyakit Difteri dapat menyebabkan pembengkakan dan sumbatan jalan nafas, serta mengeluarkan racun yang dapat melumpuhkan otot jantung. Penyakit Pertusis berat dapat menyebabkan infeksi saluran nafas berat (pneumonia). Kuman Tetanus mengeluarkan racun yang menyerang syaraf otot tubuh, sehingga otot menjadi kaku, sulit bergerak dan bernafas.[4]

Mari kita cegah penularan penyakit, wabah, sakit berat, cacat dan kematian bayi dan balita dengan imunisasi dasar lengkap, untuk membangun generasi muda Indonesia yang sehat dan sejahtera.[5]

1.2  Pencegahan penyakit polio

Poliomielitis atau polio, adalah penyakit paralisis atau lumpuh yang disebabkan oleh virus. Agen pembawa penyakit ini, sebuah virus yang dinamakan poliovirus (PV), masuk ke tubuh melalui mulut, mengifeksi saluran usus. Virus ini dapat memasuki aliran darah dan mengalir ke sistem saraf pusat menyebabkan melemahnya otot dan kadang kelumpuhan (paralisis). [6]

Virus RNA ini diketahui memiliki sifat fisik, kimia, biologi, dan pola epidemi. Sedangkan cara menginfeksinya, virus ini digolongkan ke dalam enterovirus bersama virus coxsckie dan ECHO. [7]

Virus polio dapat melumpuhkan bahkan membunuh. Virus ini menular melalui air dan kotoran manusia. Sifatnya sangat menular dan selalu menyerang anak balita. [8]

Di antara yang lumpuh ini 5-10% meninggal dunia ketika otot-otot pernafasannya dilumpuhkan virus tersebut. Polio tidak dapat disembuhkan, namun bisa dicegah. caranya dengan imunisasi, yaitu dengan pemberian vaksin yang aman dan efektif dengan vaksin polio oral (OPV) yang diberikan berulang kali, vaksin ini akan melindungi anak seumur hidup. [9]

Proteksi terhadap penyakit polio sebenarnya telah dilakukan pada saat bayi mendapat paket imunisasi dasar untuk mencegah penyakit-penyakit TBC, polio, pertusis atau batuk rejan, diptheria, tetanus, hepatitis, dan campak. Diharapkan dengan empat kali pemberian, bayi dapat menyusun antibodinya dengan maksimal. Vaksin manapun yang diberikan kepada bayi, tentunya merupakan pilihan terbaik dalam upaya mencegah penyakit polio.[10]

 

C.   Hipotesis

Ada hubungan imunisasi dengan pencegahan penyakit polio, karena dengan imunisasi memberikan kekebalan tubuh seseorang terhadap suatu penyakit polio, sehingga dapat mencegah penyakit polio itu sendiri.

 

D.   Daftar Pustaka

  1. Rahma Rasjim ,”Pentingnya Imunisasi”, http://www.wikimu.com/news/displaynews.aspx?id=4972, diunduh 2 Desember 2007
  2. Wayan Tulus,”Pengertian,manfaat dan macam-macam imunisasi”, http://www.wayantulus.com/pengertian-manfaat-dan-macam-macam-imunisasi, diunduh 21 April 2012
  3. Dr.Rini,”Nutriclub”, http://www.wayantulus.com/pengertian-manfaat-dan-macam-macam-imunisasi, diunduh 9 Juni 2009
  4. Hanum vine meilliza,”Pentingnya Imunisasi”, http://kayliza.com/pentingnya-imunisasi/, diunduh 12 september 2012
  5. Dr. Soedjatmiko,”Imunisasi penting untuk mencegah penyakit berbahaya”, http://www.idai.or.id/imunisasi/artikel.asp?q=2010113104241, diunduh 15 Mei 2009
  6. Firdaworld, ”Pencegahan penyakit polio”, http://firdaworld.wordpress.com/tag/pencegahan-penyakit-polio/, diunduh 21Juli 2012
  7. Sehat pangkal kaya, “Polio dan upaya penanggulangannya”, http://www.sehatpangkalkaya.com/tips-sehat/40-polio-dan-upaya-penanggulangannya, diunduh  21 september 2012
  8. Sidoharjo, “Cara mencegah penyakit polio”, http://www.sidoharjo.com/id-kesehatan/cara-mencegah-penyakit-polio.html, diunduh 29 juni 2011
  9. Darunnata, “Pencegahan penyakit polio”, http://infoimunisasi.com/headline/pencegahan-penyakit-polio/, diunduh 16 juli 2012
  10. Ananya mandal, “Perlakuan terhadap polio”, http://www.news-medical.net/health/Treatment-of-Polio-%28Indonesian%29.aspx, diunduh 14 April 2013