Category Archives: Uncategorized

TUGAS FILSAFAT ( MATEMATIKA DAN STATISTIKA )

A.   MATEMATIKA.

 Matematika sebagai Bahasa.

Matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin kita sampaikan. Lambang-lambang matematika bersifat Artifisial” yang baru mempunyai arti setelah sebuah makna diberikan padanya. Tanpa itu maka matematika hanya merupakan kumpulan rumus-rumus yang mati. Yang paling sukar untuk menjelaskan kepada seseorang yang baru belajar matematika, keluh Alfred North Whitehead.

 

Sifat Kuantitatif dari Matematika.

Matematika mempunyai kelebihan lain dibandingkan dengan bahasa verbal. Matematika mengembangkan bahasa numeric yang memungkinkan kita untuk melakukan pengukuran secara kuantitatif. Dengan bahasa verbal bila kita membandingkan dua obyek yang berlainan, contohnya : gajah dan semut, maka kita hanya bisa mengatakan gajah lebih besar dari semut. Bahasa verbal hanya mampu mengemukakan pernyataan yang bersifat kualitatif.

Untuk masalah ini matematika mengembangkan konsep pengukuran. Lewat pengukuran, maka kita dapat mengetahui dengan tepat berapa panjang sebatang logam dan berapa pertambahan panjangnya kalau logam itu dipanaskan. Dengan mengetahui hal ini maka pernyataan ilmiah yang berupa pernyataan kualitatif seperti “sebatang logam kalau di panaskan akan memanjang” dapat diganti dengan pernyataan matematika yang lebih eksak umpamanya :

P1 = Po ( 1 + nt )

Ket :  P1     : merupakan panjang logam pada temperature.

Po     : merupakan panjang logam tersebut pada temperature nol

n        : merupakan koefisien pemuai logam tersebut.

Matematika : sarana berfikir Deduktif

Kita semua kiranya telah mengenal bahwa jumlah sudut dalam sebuah segitiga adalah 180 derajat. Pengetahuan ini mungkin saja kita dapat dengan jalan mengukur sudut-sudut dalam sebuah segitiga dan kemudian menjumlahkannya. Dipihak lain, pengetahuan ini bisa didapatkan secara deduktif dengan mempergunakan matematika. Seperti diketahui berpikir deduktif adalah proses pengambilan kesimpulan yang didasarkan kepada premis-premis yang kebenarannya telah ditentukan.

Perkembangan Matematika.

Ditinjau dari perkembangannya maka ilmu dapat dibagi dalam tiga tahap yakni tahap sistematika, komparatif dan kuantitatif. Pada tahap sistematika maka ilmu mulai menggolong-golongkan obyek empiris ke dalam kategori-kategori tertentu. Dalam tahap komparatif kita melakukan perbandingan antara obyek yang satu dengan obyek yang lain, ketegori yang satu dengan kategori yang lain, dan seterusnya. Kita mulai mencari hubungan yang didasarkan kepada perbandingan antara di berbagai obyek yang kita kaji. Tahap selanjutnya adalah kuantitatif dimana kita mencari hubungan sebab akibat tidak lagi berdasarkan perbandingan melainkan berdasarkan pengukuran yang eksak dari obyek yang sedang kita selidiki. Bahasa verbal berfungsi dengan baik dalam kedua tahap yang pertama namun dalam tahap yang ketiga maka pengetahuan membutuhkan matematika. Lambang-lambang matematika bukan saja jelas namun juga esak dengan mengandung informasi tentang obyek tertentu dalam dimensi-dimensi pengukuran.

Di samping sebagai bahasa maka matematika juga berfungsi sebagai alat berpikir. Ilmu merupakan pengetahuan yang mendasarkan kepada analisis dalam menarik kesimpulan menurut suatu pola berpikir tertentu. Matematika, menurut Wittgenstein, tak lain adalah metode beroikir logis. Berdasarkan perkembangannya maka masalah yang dihadapi logika makin lama makin rumit dan membutuhkan struktur analisis yang lebih sempurna. Dalam perspektif inilah maka logika berkembang menjadi matematika, seperti disimpulkan oleh Bestrand Russell, “matematika adalah masa kedewasan logika, sedangkan logika adalah masa kecil matematika.

Matematika mendapatkan momentum baru dalam peradaban Yunani yang sangat memperhatikan aspek estetik dari matematika. Dapat dikatakan bahwa peradaban Yunani inilah yang meletakkan dasar matematika sebagai cara berpikir rasional dengan menetapkan berbagai langkah dan definisi tertentu.

B. STATISTIKA.

Peluang

Salah satu referensi dalam mencari kebenaran, manusia berpaling kepada ilmu. Hal ini dikarenakan ciri-ciri dari ilmu tersebut yang dalam proses pembentukannya sangat ketat dengan alatnya berupa metode ilmiah. Hanya saja terkadang kepercayaan manusia akan sesuatu itu terlalu tinggi sehingga seolah-olah apa yang telah dinyatakan oleh ilmu akan bersih dari kekeliruan atau kesalahan. Satu hal yang perlu disadari bahwa ilmu tidak pernah ingin dan tidak pernah berpretensi untuk mendapatkan pengetahuan yang bersifat mutlak

(Jujun : 79). Oleh karena itu manusia yang mempercayai ilmu tidak akan sepenuhnya menumpukan kepercayaannya terhadap apa yang dinyatakan oleh ilmu tersebut. Seseorang yang mengenal dengan baik hakikat ilmu akan lebih mempercayai pernyataan  80% anda akan sembuh jika meminum obat ini dari pada pernyataan yakinlah bahwa anda pasti sembuh setelah meminum obat ini.

 

Hal ini menyadarkan kita bahwa suatu ilmu menawarkan kepada kita suatu jawaban yang berupa peluang. Yang didalamnya selain terdapat kemungkin bernilai benar juga mengandung kemungkinan yang bernilai salah. Nilai kebenarannya pun tergantung dari prosentase kebenaran yang dikandung ilmu tersebut. Sehingga ini akan menuntun kita kebijakan pendidikan nasional lebih didasarkan pada kepentingan politik pemerintah saat itu daripada di dasarkan pada kepentingan politik pemerintah saat itu daripada untuk kepentingan pendidikan berkualitas bagi anak bangsa. Pelajaran yang dipetik dari permasalahan diatas adalah perlunya sebuah pengambilan kebijakan mempertimbangkan hasil pengolahan data yang tentunya diambil dari data , bukan data yang bias dengan kepentingan kepentingan yang menguntungkan segelintir pihak saja. Seperti contoh pada data tentang kemiskinan yang sering diperdebatkan keakuratannya oleh berbagai pihak karena data yang diambil bias dengan kepentingan pihak yang berkuasa. Bila data yang diambil berdasarkan pengujian statistika,maka tingkat kebenarannya bisa dipertanggungjawabkan sesuai dengan kadar jumlah sampelnya. Sehingga daya tolak dari kebijakan tersebut bisa diminimalisisr dan treatment yang diambil pemerintah tepat sesuai dengan kebutuhan.

Hello world!

Selamat Datang di Weblog Universitas Esa Unggul.

Website ini dapat digunakan para mahasiswa untuk mengirim tugas yang yang dikerjakan di blog kemudian link ke website hybrid learning dengan cara sebagai berikut :

1. Buka blog milik anda
2. Klik judul tulisan di blog yang akan dikirim atau di link ke web hybrid learning
3. Blok alamat blog yang muncul di kolom alamat situs (URL) lalu klik ‘copy’ dengan mouse
4. Buka web hybrid learning ( http://elearning.esaunggul.ac.id )
5. Klik nama mata kuliah yang muncul di halaman depan web hybrid learning, apabila mata kuliah tersebut belum ada, cari di daftar mata kuliah yang terdapat di fakultas masing-masing.
6. Klik judul tugas pada tampilan di bawah blok ’Topik perkuliahan’ (Topic outline)
7. Klik ‘Membuat/mengedit’ (Edit my submission).
8. Klik “paste” pada di “lembar penyerahan” dengan mouse
9. Blok tulisan tersebut
10. Klik gambar “sisipkan link web”
11. Hapus “http://”
12. Klik “paste” pada kolom “URL” dengan mouse
13. Klik ‘OK”
14. Klik “Simpan perubahan” (save change)

Bila Anda menemumui kesulitan, pedoman blog pembelajaran Universitas Esa Unggul dapat diakses di sini : http://elearning.weblog.esaunggul.ac.id

For your information : Setelah peringkat webometrics Universitas Esa Unggul mengalami kenaikan dari ranking 60 menjadi ranking 32 pada bulan Juli 2012, maka peringkat webometrics Universitas Esa Unggul mengalami kenaikan lagi pada bulan Februari 2013. Kini, Universitas Esa Unggul menduduki peringkat 24 webometrics perguruan tinggi di Indonesia, sedangkan untuk kalangan perguruan tinggi swasta, Universitas Esa Unggul menduduki peringkat 9 atau sepuluh besar dalam webometrics PTS se Indonesia.

Regards,
Departemen Dukungan Pembelajaran
Universitas Esa Unggul
ddp@esaunggul.ac.id
021 567 4223 ext 240

Tugas Ompe Dasar

Perencanaan Strategik

Salon Eka dengan salon Betlafi

1.Pengumpulan Data

1.1 Kekuatan (strength) Salon Eka :

  1. Banyak tenaga kerja : terdapat tenaga kerja yang banyak, sehingga customer tidak harus menunggu terlalu lama.
  2. Banyak Customer         : salon ini sudah berdiri sangat lama, dan memiliki kualitas produk yang bagus.
  3. Tenaga ahli profesional : karena tenaga ahli lulusan dari sekolah kecantikan atau sekolah salon.
  4.  Ruangan yang sejuk , dan bersih : ruangan yang disediakan fasilitas AC, lantai yang bersih.
  5.  Tempat parkir yang luas : disediakan tempat parkir yang luas untuk customer, sehingga customer yang membawa kendaraan pribadi tidak perlu khawatir untuk memarkirkan kendaraanya.

1.2  Kelemahan (weakness) Salon Eka

  1. Pelayanan yang tidak ramah : pelayan tidak bersikap ramah terhadap customer.
  2. Biaya yang cukup mahal : sesuai dengan perawatan yang dibutuhkan oleh customer, contoh : creambath  40.000
  3. Jam beroperasi yang tidak lama : karena salon buka jam 11:00 – 17:00
  4.  Hari beroperasi terbatas : salon ini beroperasi hari senin – sabtu, dan hari minggu tutup
  5. Lokasi yang kurang nyaman : karena berada di depan jalan raya yang lalu-lalang sehingga menimbulkan kebisingan bagi customer.

1.3  Peluang (Opportunities) :

  1. Tidak mempunyai pelanggan yang banyak : salon betlafi ini masih baru dan belum dikenal oleh masyarakat.
  2. Lahan parkir sempit : karena terletak di dalam pemukiman warga.
  3. Tenaga kerja kurang banyak : karena itu membuat customer terlalu banyak menunggu.
  4. Lokasi tidak strategis : karena lokasi tidak dekat dengan jalan raya dan lokasi berada di pemukiman warga.
  5. Tenaga kerja bukan profesional : tenaga kerja bukan lulusan atau didikan dari sekolah kecantikan atau sekolah salon.

1.4  Ancaman (Threats) :

  1. Biaya lebih murah : biaya perawatan lebih murah, contoh : creambath : 30.000.
  2. Pelayanan yang ramah : pelayan yang bersikap ramah terhadap customer.
  3. Jam beroperasi yang lebih lama : karena di mulai jam 08:00 – 18.00
  4. Hari beroperasi tidak terbatas : buka setiap hari, mulai hari senin – minggu.
  5. Promosi yang dilakukan pesaing sangat gencar : karena masih barunya salon tersebut dan melakukan berbagai macam promosi.

2.  Analisa Data

2.1  Kekuatan :

  1. Banyak tenaga kerja
  2. Banyak customer
  3. Tenaga ahli Profesional
  4. Ruangan sejuk dan bersih
  5. Tempat parkir luas

2.2  Kelemahan :

  1. Pelayanan kurang ramah
  2. Biaya cukup mahal
  3. Jam beroperasi yang tidak lama
  4. Hari beroperasi terbatas
  5. Lokasi yang kurang nyaman

2.3 Peluang :

  1. Tidak mempunyai pelanggan yang banyak
  2. Lahan Parkir yang Sempit
  3. Tenaga kerja kurang banyak
  4. Lokasi tidak strategis
  5. Tenaga kerja bukan profesional

2.4  Ancaman :

  1. Biaya lebih murah
  2. Pelayanan yang ramah
  3. Jam beroperasi lebih lama
  4. Hari beroperasi tidak terbatas
  5. Promosi yang dilakukan pesaing sangat gencar

Matriks Ifas

No Faktor strategik internal Bobot Skala Score
Kekuatan ( strenght )
1 Banyak tenaga kerja 0,1 3 0,3
2 Banyak customer 0,1 4 0,4
3 Tenaga kerja profesional 0,2 4 0,8
4 Ruangan sejuk dan bersih 0,1 3 0,3
5 Tempat parkir luas 0,05 2 0,1
Kelemahan ( weakness )
1 Pelayan kurang ramah 0,1 1 0,1
2 Biaya yang mahal 0,15 2 0,3
3 Jam beroperasi tidak lama 0,05 3 0,15
4 Hari beroperasi terbatas 0,05 3 0,15
5 Lokasi kurang nyaman 0,1 2 0,2
Jumlah 1 2,8

MATRIKS EFAS

No Faktor strategik eksternal Bobot Skala Score
Peluang (opportunity)
1 Tidak mempunyai customer yang banyak 0,1 2 0,2
2 Lahan parkir sempit 0,1 2 0,2
3 Tenaga kerja kurang banyak 0,15 4 0,6
4 Lokasi tidak strategis 0,15 3 0,45
5 Tenaga Kerja bukan profesional 0,05 3 0,15
Ancaman (threats)
1 Biaya lebih murah 0,1 2 0,2
2 Pelayan yang ramah 0,05 1 0,05
3 Jam beroperasi lebih lama 0,1 3 0,3
4 Hari beroperasi tidak terbatas 0,15 3 0,45
5 Promosi yang dilakukan pesaing sangat gencar 0,05 2 0,1
Jumlah 1 2,7

 

 

  • Total skor FSI sebesar 2,8 menunjukan Kekutan (Strength) lebih besar dari Kelemahan(weakness)
  • Total skor FSE sebesar 2,7 menunjukan peluang (opportunity) lebih besar dari ancaman (threats)
  • Karena karena S>W DAN O>T, maka strategi yang dipilih adalah strategi SO
  • Strategi SO adalah menggunakan kekuatan utuk merenut peluang, strategi agresif, strategi ekspansi atau growth oriented strategy.

 

Tugas Filsafat

Hubungan Imunisasi dengan Pencegahan penyakit polio

A.   Masalah

Adakah masalah hubungan Imunisasi dengan pencegahan penyakit polio?

 

B.   Kerangka teori

 

1.1  Imunisasi

Imunisasi adalah suatu tindakan memberikan kekebalan tubuh seseorang terhadap suatu penyakit dengan memasukkan vaksin sehingga bila kelak dia terpapar hanya akan sakit ringan. Vaksin adalah bibit penyakit yang sudah dilemahkan atau dimatikan. [1]

Dengan memasukan kuman atau bibit penyakit tersebut, tubuh dapat menghasilkan zat anti yang pada saatnya digunakan tubuh untuk melawan serangan penyakit yang berbahaya dan juga mematikan khususnya bagi Bayi dan Anak-anak. [2]

Kini, imunisasi bisa dipersingkat dengan vaksin kombinasi. Vaksin kombinasi atau vaksin kombo adalah gabungan beberapa jenis virus atau bakteri menjadi satu jenis produk antigen untuk mencegah penyakit yang berbeda. Praktisnya, pemberian vaksin ini cukup dilakukan dalam satu suntikan saja. Di Indonesia, vaksin ini harus mendapat izin dari Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan, Departemen Kesehatan.Vaksin kombinasi tertua yang ada adalah DPT (Difteri-Pertusis-Tetanus). Dari penggabungan vaksin DPT yang terbukti aman ini, kemudian timbul ide menggabungkan beberapa vaksin lainnya. Maka jadilah penggabungan vaksin DPT + Hepatitis B, DPT + Hib ( Haemophilus influenzae tipe-B), dan sebagainya. Kini, tersedia juga berbagai vaksin kombinasi jenis lain. Misalnya, MMR (Mumps Measles Rubella) + Varisela, DPT + Hepatitis B + Hib + IPV (polio). [3]

Imunisasi Polio untuk mencegah serangan virus polio yang sapat menyebabkan kelumpuhan. Imunisasi BCG untuk mencegah tuberkulosis paru, kelenjar, tulang dan radang otak yang bisa menimbulkan kematian atau kecacatan. Imunisasi Campakuntuk mencegah radang paru, diare, dan radang otak karena virus campak. Imunisasi DPTuntuk mencegah 3 penyakit, yaitu  Difteri, Pertusis dan Tetanus. Penyakit Difteri dapat menyebabkan pembengkakan dan sumbatan jalan nafas, serta mengeluarkan racun yang dapat melumpuhkan otot jantung. Penyakit Pertusis berat dapat menyebabkan infeksi saluran nafas berat (pneumonia). Kuman Tetanus mengeluarkan racun yang menyerang syaraf otot tubuh, sehingga otot menjadi kaku, sulit bergerak dan bernafas.[4]

Mari kita cegah penularan penyakit, wabah, sakit berat, cacat dan kematian bayi dan balita dengan imunisasi dasar lengkap, untuk membangun generasi muda Indonesia yang sehat dan sejahtera.[5]

1.2  Pencegahan penyakit polio

Poliomielitis atau polio, adalah penyakit paralisis atau lumpuh yang disebabkan oleh virus. Agen pembawa penyakit ini, sebuah virus yang dinamakan poliovirus (PV), masuk ke tubuh melalui mulut, mengifeksi saluran usus. Virus ini dapat memasuki aliran darah dan mengalir ke sistem saraf pusat menyebabkan melemahnya otot dan kadang kelumpuhan (paralisis). [6]

Virus RNA ini diketahui memiliki sifat fisik, kimia, biologi, dan pola epidemi. Sedangkan cara menginfeksinya, virus ini digolongkan ke dalam enterovirus bersama virus coxsckie dan ECHO. [7]

Virus polio dapat melumpuhkan bahkan membunuh. Virus ini menular melalui air dan kotoran manusia. Sifatnya sangat menular dan selalu menyerang anak balita. [8]

Di antara yang lumpuh ini 5-10% meninggal dunia ketika otot-otot pernafasannya dilumpuhkan virus tersebut. Polio tidak dapat disembuhkan, namun bisa dicegah. caranya dengan imunisasi, yaitu dengan pemberian vaksin yang aman dan efektif dengan vaksin polio oral (OPV) yang diberikan berulang kali, vaksin ini akan melindungi anak seumur hidup. [9]

Proteksi terhadap penyakit polio sebenarnya telah dilakukan pada saat bayi mendapat paket imunisasi dasar untuk mencegah penyakit-penyakit TBC, polio, pertusis atau batuk rejan, diptheria, tetanus, hepatitis, dan campak. Diharapkan dengan empat kali pemberian, bayi dapat menyusun antibodinya dengan maksimal. Vaksin manapun yang diberikan kepada bayi, tentunya merupakan pilihan terbaik dalam upaya mencegah penyakit polio.[10]

 

C.   Hipotesis

Ada hubungan imunisasi dengan pencegahan penyakit polio, karena dengan imunisasi memberikan kekebalan tubuh seseorang terhadap suatu penyakit polio, sehingga dapat mencegah penyakit polio itu sendiri.

 

D.   Daftar Pustaka

  1. Rahma Rasjim ,”Pentingnya Imunisasi”, http://www.wikimu.com/news/displaynews.aspx?id=4972, diunduh 2 Desember 2007
  2. Wayan Tulus,”Pengertian,manfaat dan macam-macam imunisasi”, http://www.wayantulus.com/pengertian-manfaat-dan-macam-macam-imunisasi, diunduh 21 April 2012
  3. Dr.Rini,”Nutriclub”, http://www.wayantulus.com/pengertian-manfaat-dan-macam-macam-imunisasi, diunduh 9 Juni 2009
  4. Hanum vine meilliza,”Pentingnya Imunisasi”, http://kayliza.com/pentingnya-imunisasi/, diunduh 12 september 2012
  5. Dr. Soedjatmiko,”Imunisasi penting untuk mencegah penyakit berbahaya”, http://www.idai.or.id/imunisasi/artikel.asp?q=2010113104241, diunduh 15 Mei 2009
  6. Firdaworld, ”Pencegahan penyakit polio”, http://firdaworld.wordpress.com/tag/pencegahan-penyakit-polio/, diunduh 21Juli 2012
  7. Sehat pangkal kaya, “Polio dan upaya penanggulangannya”, http://www.sehatpangkalkaya.com/tips-sehat/40-polio-dan-upaya-penanggulangannya, diunduh  21 september 2012
  8. Sidoharjo, “Cara mencegah penyakit polio”, http://www.sidoharjo.com/id-kesehatan/cara-mencegah-penyakit-polio.html, diunduh 29 juni 2011
  9. Darunnata, “Pencegahan penyakit polio”, http://infoimunisasi.com/headline/pencegahan-penyakit-polio/, diunduh 16 juli 2012
  10. Ananya mandal, “Perlakuan terhadap polio”, http://www.news-medical.net/health/Treatment-of-Polio-%28Indonesian%29.aspx, diunduh 14 April 2013